Langsung ke konten utama

Lanjutan Kecelakaan Maut Mahasiswa UI: Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta

Oleh: Putri Syifa Amelia


Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta. Foto: ANTARA


Depok - Saat ini publik sedang dihebohkan dengan tewasnya seorang mahasiswa Universitas Indonesia, M. Hasya Athallah Saputra (18), akibat ditabrak oleh Eko Setia Budi Wahono, pensiunan Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi. Insiden tabrakan ini terjadi di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis malam, (6/10/22). Hasya saat itu sedang mengendarai sepeda motor sepulang kuliah. 


Peristiwa tersebut menyulut kemarahan publik. Bagaimana tidak, bukannya keadilan yang didapat, korban justru dijadikan tersangka. Penetapan Hasya, korban tewas sebagai tersangka dalam kecelakaan lalu lintas menuai banyak kritikan. Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya akan membentuk tim pencari fakta untuk mengusut kasus ini.


“Akan membentuk tim untuk melakukan langkah-langkah pencarian fakta. Tim ini terdiri dari tim eksternal dan internal,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, kepada wartawan pada Senin (30/1/2023) mengutip dari detik.com.


Fadil mengatakan, pembentukan kelompok tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan mengikutsertakan beberapa pihak lainnya.


Tim eksternal akan menyertakan pakar dari industri transportasi dan pakar hukum. Tim internal sendiri terdiri dari Irwasda, Bidang Hukum Polda Metro Jaya, hingga Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
“Internal akan beranggotakan Polda Metro Jaya dari Irwasda, Propam, Bidkum, Lantas. Kita sudah minta Korlantas dalam rangka pemanfaatan scientific crime investigation kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.


Fadil menambahkan, nantinya tim tersebut akan menyelidiki fakta-fakta baru yang ditemukan di lokasi kejadian. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa keadilan dan kepastian hukum.


“Fakta nanti akan ditindaklanjuti semoga rasa keadilan dan kepastian hukum bisa kita peroleh di dalam langkah-langkah tersebut. Semoga langkah tim gabungan ini bisa mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum,” jelasnya.
 

Menjadi Tersangka Akibat Lalai dalam Berkendara

Polisi menetapkan M. Hasya Athallah Saputra sebagai tersangka dalam kasus ini karena menganggap Hasya kurang hati-hati dalam mengemudi sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan dirinya meninggal dunia.


“Pelanggarannya itu, jadi gini, penyebab terjadinya kecelakaan ini (karena) Hasya sendiri. Dia kan yang menyebabkan karena kelalaiannya menghilangkan nyawa orang lain dan dirinya sendiri. Ini kan karena kelalaiannya, sehingga dia meninggal dunia,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/1/2023), mengutip dari detik.com.


Latif mengatakan tewasnya Hasya dalam kecelakaan tersebut bukan karena kelalaian Eko. Diketahui, saat itu Eko mengemudikan mobil Mitsubishi Pajero.


“Karena lalai mengendarai sepeda motor, sehingga menghilangkan nyawanya sendiri, bukan kelalaiannya si Pak Eko,” kata Latif mengutip dari detik.com.


Menurut Latif, saat itu Eko sudah berada di jalur yang benar. Latif beranggapan bahwa Eko tidak merampas hak jalan Hasya yang saat itu melaju dari arah berlawanan.


“Jadi, bukan kelalaian Pak Eko. Pertama, dia kurang hati-hati mengendalikan sepeda motor. Saat itu dia berjalan, tiba-tiba ada orang belok, dia tidak bisa mengendalikan kendaraan. Dia jatuh dan dia yang menyebabkan terjadinya kecelakaan,” papar Latif.


Sebagai tambahan informasi, ketika kecelakaan terjadi, kondisi saat itu sedang hujan dan jalanan tergenang air. Oleh karena itu, Hasya menghindari genangan air tersebut.


Meski ada faktor cuaca saat itu, polisi tetap beranggapan bahwa kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian Hasya dalam berkendara. Oleh sebab itu, polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan ini.


“Karena kurang kehati-hatian dia jadi tersangka. Kita dalam berkendara harus berhati-hati, dengan cuaca hujan, tiba-tiba ada belok sehingga dia rem mendadak tiba-tiba jatuh,” tuturnya.


(PSA)

TULISAN INI TELAH DIPUBLIKASI DI GEMAGAZINE PNJ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Jalan Rusak dan Penyebabnya

 Oleh: Putri Syifa Amelia Jenis-Jenis Jalan Rusak di Indonesia. (Foto: Okezone.com) JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa kondisi jalanan pasti mengalami kerusakan. Meski jalanan tersebut sudah melalui proses pengerasan dan sebagainya.   Mengutip dari laman Instagram @pupr_binamarga, berikut empat jenis kerusakan jalan dan penyebabnya:   1. Kerusakan Jalan Lubang (Potholes) Kerusakan ini akan membuat jalan berlubang seperti mangkok dan membuat air tergenang. Penyebabnya karena drainase jelek yang menyebabkan pelapukan aspal. Demikian dikutip dari Instagram 2. Kerusakan Jalan Alur (Rutting) Kerusakan ini terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan dan akan membentuk alur. Penyebabnya bisa karena ketebalan lapisan permukaan yang tidak mencukupi untuk menahan beban lalu lintas. 3. Kerusakan Jalan Kegemukan (Bleeding) Kerusakan ini dapat kita ketahui dengan terlihatnya lapisan tipis aspal (tanpa agreg...

Musik dan Pengaruhnya terhadap Mood hingga Kesehatan Mental

Oleh: Putri Syifa Amelia Saudara saya yang sedang mendengarkan musik sepulang kerja. Foto: Putri Syifa Amelia Siapa yang suka mendengarkan musik? Apakah kalian termasuk pecinta musik? Saat ini hampir semua orang suka mendengarkan musik, bahkan seperti sudah menjadi bagian dari rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saya yang mengetik ini sembari mendengarkan musik. Namun, tahukah kalian, musik sangat mempengaruhi mood bahkan hingga kesehatan mental kita lho! Kenapa bisa seperti itu ya? Yuk kita bahas. Musik, Mood, dan Kesehatan Mental Ilustrasi mendengarkan musik saat hujan. Foto: goffkein.pro/Shutterstock Sebelumnya mari kita ketahui dulu apa itu musik, mood dan kesehatan mental. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Kata musik sendiri berasal dari bahasa Yunani mousikos yang melambangkan d...

Investor Saham Diminta Waspadai Tahun Politik

 Oleh: Putri Syifa Amelia Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Ilustrasi: Okezone) JAKARTA – Investor pasar saham Indonesia diminta waspadai tahun politik. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami penurunan pada masa pemilu 2024.   Namun, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengatakan, penurunan IHSG tidak akan terlalu dalam. Menurutnya, stabil atau tidaknya pelaksanaan pemilu akan mempengaruhi gerak indeks tahun depan.   Selain itu, kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga akan sangat mempengaruhi pergerakan indeks.   “Asalkan kondisi politik itu bisa tetap stabil dan tidak banyak perubahan yang terlalu signifikan, pergerakan IHSG diharapkan walaupun terkoreksi-koreksi, itu tidak akan terlalu dalam,” kata Ike dalam webinar ‘Monthly Market Outlook’, ditulis Kamis (7/12/2023).   Ike menjelaskan bahwa momentum untuk para investor menambah portofolio investasinya adalah saat IHSG mengalami...