Langsung ke konten utama

Seberapa Penting Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?

 Oleh: Putri Syifa Amelia


Ilustrasi depresi. Foto: Pixabay


Peralihan ke masa perkuliahan terkadang menjadi masa yang tidak mudah bagi sebagian mahasiswa. Jadwal kuliah yang padat, lingkungan pergaulan yang baru, situasi lingkungan yang baru, dan belum lagi ada yang memutuskan untuk kuliah paruh waktu. Hal ini terkadang menjadi beban psikologis bagi mahasiswa.


Mahasiswa sendiri adalah seseorang yang tengah menempuh jenjang pendidikan tinggi. Artinya, mereka tengah menanjak jenjang kehidupan yang lebih tinggi dengan beban yang lebih berat.
Beberapa penelitian mengatakan bahwa mahasiswa saat ini rentan sekali mengalami gangguan mental. Mengutip dari hallosehat.com, berikut ini beberapa jenis gangguan mental yang kerap dialami oleh mahasiswa:


1. Depresi
Menurut American Psychological Association, masalah mahasiswa seperti depresi karena kuliah meningkat sebanyak 10% selama sepuluh tahun terakhir. Depresi yang dibiarkan dan tidak diobati bisa berujung pada risiko bunuh diri.
Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa di Indonesia juga cukup banyak. Rata-rata mereka tertekan karena persoalan akademis dan sosial.


2. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah mental pada mahasiswa yang paling sering dialami dan tidak jarang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penelitian membuktikan sekitar 75% orang yang memiliki gangguan kecemasan umumnya menunjukkan berbagai gejalanya sebelum memasuki usia 22 tahun.
Maka tidak heran jika gangguan kecemasan menjadi salah satu masalah kesehatan mental mahasiswa.


3. Gangguan makan
Berbagai gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, dan binge eating (makan tak terkendali) adalah masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada anak kuliah.
Umumnya, mereka stres karena serangkaian tugas yang menumpuk dan tinggal jauh dari orang tua.


4. Menyakiti diri sendiri
Perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri di beberapa bagian tubuh yang tidak terlihat sering kali terjadi sebagai respons terhadap stres dan tekanan yang luar biasa besarnya.
Hal itu diperkuat dengan sebuah survei yang dilakukan oleh para peneliti Cornell dan Universitas Princeton yang menemukan bahwa sekitar 20% mahasiswi dan 14% mahasiswa telah melakukan perilaku menyakiti diri sendiri.


5. Penyalahgunaan narkoba dan alkohol
Masalah mahasiswa lainnya yang kerap ditemui, yakni penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Hal ini menjadi masalah utama yang pada akhirnya berkontribusi pada kecelakaan dan pelecehan seksual di kalangan mahasiswa.


6. Insomnia
Meskipun bukan tergolong penyakit mental, insomnia atau gangguan tidur pada remaja bisa menjadi salah satu gejala dari berbagai masalah mental pada mahasiswa. Insomnia juga bisa menjadi masalah fisik yang serius jika dilakukan terus-menerus.


7.  ADHD
Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan yang terjadi pada otak dan dapat mengganggu fungsi serta perkembangan otak.
Nah, kondisi ini bisa dipicu oleh tuntutan dan tekanan selama kuliah, sehingga gejala ADHD pada remaja akan semakin sulit dikendalikan.


Melihat banyaknya gangguan mental yang dialami oleh mahasiswa, sangat penting untuk para rekan mahasiswa memperhatikan kesehatan mental masing-masing, dan lebih peka terhadap kondisi teman-temannya. Kesehatan mental ini juga seharusnya menjadi perhatian untuk semua civitas kampus, mulai dari sesama rekan mahasiswa, BEM, hingga petinggi kampus.


Namun sayangnya, perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa masih sangat rendah. Bahkan membahasnya saja dianggap tabu. Alih-alih mengerti dan memberikan dukungan, mahasiswa yang curhat dianggap tidak dekat kepada Tuhan. Parahnya, masih banyak yang beranggapan bahwa pergi ke psikolog hanya untuk orang gila. Pemikiran kuno seperti itu haruslah kita buang.


Lantas langkah apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental?

1. Bebaskan beban pikiran
Hal paling pertama cobalah untuk mengungkapkan beban pikiran yang ada, jangan dipendam. Mengapa? Karena luapan emosi yang dipendam justru akan menjadi sangat berbahaya apabila suatu saat meledak. Kalian bisa coba ceritakan masalah yang dihadapi kepada orang yang benar-benar dapat dipercaya. Bisa juga dengan menulis di buku harian, hal ini membantu untuk menuangkan emosi yang ada melalui tulisan.
Selanjutnya, cobalah untuk tidak terlalu berekspetasi tinggi terhadap apapun. Ekspetasi yang terlalu tinggi akan menyakitkan ketika kenyataan yang ada jauh dibawah ekspetasi. Perasaan kecewa itu bisa menyebabkan depresi.


2. Hadapi masalah yang ada
Jangan lari dari masalah. Jika terdapat permasalahan cobalah kalian selesaikan, bukan ditumpuk atau bahkan ditinggal begitu saja. Lari dari masalah hanya akan membuatmu memiliki perasaan bersalah dan gelisah. Maka dari itu hadapi dan selesaikan.


3. Pergi berlibur atau bersantai
Jangan hanya sibuk dengan perkuliahan, sesekali kalian harus healing atau menyegarkan pikiran ada banyak hal yang dapat dilakukan, seperti menghabiskan waktu seharian untuk membaca buku favorit dengan tenang, mendengarkan musik sembari meminum teh, susu, maupun kopi, atau bisa juga hangout ke taman bermain, pantai, atau gunung. Hal-hal tersebut dapat membuatmu rileks dan dapat mengisi kembali energimu untuk kembali beraktivitas.


4. Peka terhadap kondisi teman
Kita pun harus mencoba untuk peka terhadap keadaan teman kita. Jika terdapat teman yang terlihat memiliki masalah, cobalah untuk mendekatinya dan tanyakan apa masalahnya. Jika bisa, cobalah bantu untuk menyelesaikannya. Namun, jika tidak, jadilah pendengar yang baik ketika teman kita mengeluarkan semua keluh kesahnya.


5. Pergi ke psikolog
Terakhir, berobatlah ke psikolog jika dirasa perlu. Jangan takut dengan anggapan negatif orang-orang.
Kesehatan mental adalah hal yang sangat kompleks. Sangat dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk ini.

Mari bersama, kita lebih memperhatikan lagi kesehatan mental diri kita dan teman kita.

(PSA)
TULISAN INI TELAH DIPUBLIKASI DI GEMAGAZINE PNJ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usai Kena Sanksi, Wakabem PNJ Akan Memperbaiki Kinerja

 Oleh: Putri Syifa Amelia Surat Keputusan Sanksi Wakabem PNJ 2022. Sumber: https://bit.ly/SKSanksiWakilBEM2022 Depok - Pada Sabtu (23/07/22), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (MPM PNJ) mengadakan sidang istimewa terhadap Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Wakabem) PNJ, yakni Anggita Hutami. Berdasarkan Surat Keputusan MPM PNJ Nomor 6/SK/MPM PNJ/VII/2022, diketahui bahwa Wakabem PNJ telah mangkir dari beberapa agenda dan melanggar pasal-pasal PAKEMA, AD/ART IKM PNJ, serta ketetapan MPM sehingga berhak untuk dijatuhi sanksi. Adapun sanksi yang diberikan yaitu Anggita wajib melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada anggota pengurus BEM PNJ dan IKM PNJ melalui media online pribadi dan secara langsung selambat-lambatnya 2x24 jam. Selain itu, apabila Anggita tidak dapat memperbaiki kinerjanya, MPM PNJ berhak mencabut mandat Wakabem PNJ secara tidak hormat. “Saya sudah memenuhi panggilan dan menjalankan sidang sesuai prosedur pihak MPM dan dihadiri ole...

Jenis-Jenis Jalan Rusak dan Penyebabnya

 Oleh: Putri Syifa Amelia Jenis-Jenis Jalan Rusak di Indonesia. (Foto: Okezone.com) JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa kondisi jalanan pasti mengalami kerusakan. Meski jalanan tersebut sudah melalui proses pengerasan dan sebagainya.   Mengutip dari laman Instagram @pupr_binamarga, berikut empat jenis kerusakan jalan dan penyebabnya:   1. Kerusakan Jalan Lubang (Potholes) Kerusakan ini akan membuat jalan berlubang seperti mangkok dan membuat air tergenang. Penyebabnya karena drainase jelek yang menyebabkan pelapukan aspal. Demikian dikutip dari Instagram 2. Kerusakan Jalan Alur (Rutting) Kerusakan ini terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan dan akan membentuk alur. Penyebabnya bisa karena ketebalan lapisan permukaan yang tidak mencukupi untuk menahan beban lalu lintas. 3. Kerusakan Jalan Kegemukan (Bleeding) Kerusakan ini dapat kita ketahui dengan terlihatnya lapisan tipis aspal (tanpa agreg...

Kelola Dana Haji, Investasi ke Mana?

Oleh: Putri Syifa Amelia Kelola Dana Haji. (Foto: Okezone.com/Reuters) JAKARTA - Indonesia selalu mendapat kuota haji yang besar tiap tahunnya. Pengelolaan dana haji pun selalu menjadi pertanyaan. Menurut Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dengan melakukan investasi di dalam maupun luar negeri, akan memberikan banyak manfaat dalam pengelolaan biaya haji. Anggota Dewan Pengawas BPKH Heru Muara Sidik mengatakan bahwa pengelolaan dana haji telah diatur oleh undang-undang 34 tahun 2014. Undang-undang tersebut merincikan bagaimana penghimpunan, penempatan, investasi di surat berharga dan emas, serta investasi langsung lainnya. Untuk menjamin likuditas dana haji dua kali sejak tahun lalu, Heru menjelaskan bahwa komposisi investasi yang dilakukan telah diatur. "Misalkan kaya tahun ini. Di mana tahun lalu kita sudah mengeluarkan Rp18 triliun satu pemberangkatan. Dan kita menetapkan likuiditas limitnya itu Rp36 triliun tapi biasanya itu minimal," katanya dalam Market Review IDX C...