Langsung ke konten utama

Sri Mulyani Minta Edukasi Fintech yang Mudah Dimengerti Masyarakat

 Oleh: Putri Syifa Amelia

Foto Sri Mulyani. Sumber: bisnis.com

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai literasi, edukasi dan aturan lebih lanjut mengenai teknologi finansial/financial technology (tekfin/fintech) masih diperlukan. Terutama terhadap preferensi pengguna media sosial agar tetap aman dan terlindungi dari kejahatan siber.

Hal tersebut lantaran implementasi fintech memiliki banyak peluang yang akan menarik banyak pengguna. Maka dari itu, perlu dipikirkan jenis edukasi dan literasi yang harus diberikan, serta cara efektif untuk membuat edukasi dan literasi yang mudah dimengerti.

"Sedangkan yang lain seperti infrastruktur internal termasuk pemerintah membangun fiber optic, satelit, kemudian Base Transceiver Station (BTS)," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

Fiscal Day 2023 kedua diselenggarakan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) di Bali, Rabu (6/12), setelah sukses menyelenggarakan Fiscal Day 2023 pertama pada Juli 2023.

Fiscal Day 2023 kedua dilaksanakan dengan tema Bergegas Menuju Indonesia Emas, yang dipilih mencerminkan cita-cita jangka panjang Indonesia untuk menjadi negara

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu berkesempatan untuk memberikan masukan kepada peserta grup diskusi yang berasal dari para aparatur sipil negara (ASN) muda Kemenkeu, dinas di Provinsi Bali dan Mahasiswa Universitas Udayana yang berprestasi.

Selain penggunaan fintech, terdapat 10 grup dengan isu menarik yang diangkat, yaitu transisi energi, golden visa, pariwisata dan Dana Desa.

Terkait transisi energi, Sri Mulyani menuturkan pelaksanaan transisi bisa dilakukan jika fiskal sebuah negara sehat karena akan ada banyak belanja yang dilakukan, mulai dari subsidi, investasi, kompensasi dan insentif.

Rangkaian kegiatan Fiscal Day merupakan sarana bagi BKF Kemenkeu untuk memberikan pemahaman kepada ASN muda dan mahasiswa atas proses penyusunan kebijakan fiskal yang melibatkan pemikiran kritis dan analisis untuk menentukan arah atau prioritas suatu kebijakan.

Kegiatan tersebut juga menghimpun berbagai ide dari ASN muda terkait penyusunan kebijakan yang lebih efektif, serta membangun jejaring antar ASN untuk meningkatkan kualitas penyusunan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih baik di masa depan.

 

(PSA)

TULISAN INI TELAH DIPUBLIKASI DI OKEZONE FINANCE


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usai Kena Sanksi, Wakabem PNJ Akan Memperbaiki Kinerja

 Oleh: Putri Syifa Amelia Surat Keputusan Sanksi Wakabem PNJ 2022. Sumber: https://bit.ly/SKSanksiWakilBEM2022 Depok - Pada Sabtu (23/07/22), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (MPM PNJ) mengadakan sidang istimewa terhadap Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (Wakabem) PNJ, yakni Anggita Hutami. Berdasarkan Surat Keputusan MPM PNJ Nomor 6/SK/MPM PNJ/VII/2022, diketahui bahwa Wakabem PNJ telah mangkir dari beberapa agenda dan melanggar pasal-pasal PAKEMA, AD/ART IKM PNJ, serta ketetapan MPM sehingga berhak untuk dijatuhi sanksi. Adapun sanksi yang diberikan yaitu Anggita wajib melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada anggota pengurus BEM PNJ dan IKM PNJ melalui media online pribadi dan secara langsung selambat-lambatnya 2x24 jam. Selain itu, apabila Anggita tidak dapat memperbaiki kinerjanya, MPM PNJ berhak mencabut mandat Wakabem PNJ secara tidak hormat. “Saya sudah memenuhi panggilan dan menjalankan sidang sesuai prosedur pihak MPM dan dihadiri ole...

Jenis-Jenis Jalan Rusak dan Penyebabnya

 Oleh: Putri Syifa Amelia Jenis-Jenis Jalan Rusak di Indonesia. (Foto: Okezone.com) JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa kondisi jalanan pasti mengalami kerusakan. Meski jalanan tersebut sudah melalui proses pengerasan dan sebagainya.   Mengutip dari laman Instagram @pupr_binamarga, berikut empat jenis kerusakan jalan dan penyebabnya:   1. Kerusakan Jalan Lubang (Potholes) Kerusakan ini akan membuat jalan berlubang seperti mangkok dan membuat air tergenang. Penyebabnya karena drainase jelek yang menyebabkan pelapukan aspal. Demikian dikutip dari Instagram 2. Kerusakan Jalan Alur (Rutting) Kerusakan ini terjadi pada lintasan roda sejajar dengan as jalan dan akan membentuk alur. Penyebabnya bisa karena ketebalan lapisan permukaan yang tidak mencukupi untuk menahan beban lalu lintas. 3. Kerusakan Jalan Kegemukan (Bleeding) Kerusakan ini dapat kita ketahui dengan terlihatnya lapisan tipis aspal (tanpa agreg...

Kelola Dana Haji, Investasi ke Mana?

Oleh: Putri Syifa Amelia Kelola Dana Haji. (Foto: Okezone.com/Reuters) JAKARTA - Indonesia selalu mendapat kuota haji yang besar tiap tahunnya. Pengelolaan dana haji pun selalu menjadi pertanyaan. Menurut Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dengan melakukan investasi di dalam maupun luar negeri, akan memberikan banyak manfaat dalam pengelolaan biaya haji. Anggota Dewan Pengawas BPKH Heru Muara Sidik mengatakan bahwa pengelolaan dana haji telah diatur oleh undang-undang 34 tahun 2014. Undang-undang tersebut merincikan bagaimana penghimpunan, penempatan, investasi di surat berharga dan emas, serta investasi langsung lainnya. Untuk menjamin likuditas dana haji dua kali sejak tahun lalu, Heru menjelaskan bahwa komposisi investasi yang dilakukan telah diatur. "Misalkan kaya tahun ini. Di mana tahun lalu kita sudah mengeluarkan Rp18 triliun satu pemberangkatan. Dan kita menetapkan likuiditas limitnya itu Rp36 triliun tapi biasanya itu minimal," katanya dalam Market Review IDX C...